Diposkan pada MATERI PKWU XII

5 Tips Sukses Dalam Bisnis Konsinyasi

konsinyasi-300x219

Suatu peluang bisnis tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Peluang bisnis bisa datang melalui banyak cara, salah satunya melalui metode bisnis konsinyasi karena metode bisnis ini dapat dijalankan tanpa harus orang yang memproduksi barang memiliki toko untuk bisa menjual hasil produksinya, atau si pemilik toko dapat menjual barang tanpa harus memproduksi barang.

Apa itu bisnis konsinyasi?

Bisnis konsinyasi adalah bisnis dengan menitipkan suatu produk yang akan dijual ke berbagai toko menggunakan sistem bagi hasil. Misalnya Anda memproduksi roti, Anda dapat menawarkan ke berbagai toko untuk menitipkan roti anda untuk dijual. Keuntungan bagi orang yang memproduksi barang adalah dapat menjual produknya tanpa harus memiliki toko, sedangkan keuntungan bagi toko adalah tidak harus memproduksi barang yang akan dijual.

Menjalankan bisnis konsinyasi bisa dibilang lumayan mudah karena Anda hanya perlu mencari toko kemudian membuat kesepakatan kerjasama dengan maksud menitipkan barang dagangan ke toko tersebut, jika sudah maka Anda hanya perlu memasok barang dagangan Anda ke toko dan dalam jangka waktu tertentu Anda dapat kembali untuk menerima hasil pembayaran sesuai kesepakatan di awal

Kiat agar sukses dalam bisnis konsinyasi

Bisnis konsinyasi bisa saja menguntungkan kedua belah pihak, baik pihak toko maupun pihak yang memproduksi. Kesuksesan Anda dalam menjalankan bisnis konsinyasi ditentukan oleh hal-hal berikut:

1. Menerapkan sistem penambahan diskon atas penjualan berdasarkan jumlah tertentu.
Dalam hal ini, model tawaran tersebut merupakan insentif penjualan selain dari model sistem bagi hasil. Prinsipnya, low margin high volume dengan harapan tingkat penjualan akan meningkat.

2. Memastikan model konsinyasi dilakukan dengan toko yang kredibel
Pastikan bahwa produk Anda dijual ke tempat yang  sesuai dengan pangsa pasar toko tersebut dan kalau memungkinkan, pada toko tersebut tidak terdapat produk jualan dengan jenis yang sama dengan produk Anda supaya lokasi konsinyasi menjadikan produk Anda sebagai opsi pilihan produk jual yang utama.

3. Melakukan penambahan jumlah toko yang akan diajak bekerjasama.
Semakin banyak toko yang bersedia bekerjasama maka semakin besar pula omset penjualan yang didapatkan. Namun dalam hal ini harus diperhatikan bahwa semakin banyak toko yang diajak bekerjasama maka semakin banyak pula kapasitas produksi yang dibutuhkan maka perlu perhitungan yang cermat atas stok barang supaya tidak menjadi beban produksi.

4. Manfaatkan moment yang tepat untuk menjual produk Anda.
Misalnya, jika Anda memproduksi kue kering seperti nastar dan lainnya maka manfaatkan peringatan hari raya sebagai salah satu cara Anda dalam melakukan promosi yang menarik kepada rekan partner toko konsinyasi Anda.

5. Pastikan produk Anda dapat memenuhi selera pasar yang berlaku.
Contohnya jika Anda menjadi distributor fashion, karena bisnis ini lekat dengan selera pasar yang mudah berubah sesuai trend yang berlaku maka perlu disesuaikan dengan gaya yang sedang laris pada waktu tersebut. Maka dari itu, Anda harus komunikatif dengan partner toko Anda supaya mendapatkan saran evaluasi atas produk berdasarkan tanggapan konsumen toko.

sumber : http://zahiraccounting.com/id/blog/5-tips-sukses-dalam-bisnis-konsinyasi/

Iklan
Diposkan pada MATERI PKWU XII

Pengertian Penjualan Konsinyasi

penjualan-konsinyasi-jpg

Pengertian Penjualan Konsinyasi

Oleh Setia Adi Firmansyah | 9 January 2016 | Follow @Etalase_Bisnis

Dalam dunia bisnis ada bermacam-macam sistem kerjasama antar sesama pelaku bisnis, salah satunya adalah Penjualan Konsinyasi.

Sudah ada yang tahu dengan sistem Penjualan Konsinyasi ini?

Biasanya yang memakai sistem kerjasama konsinyasi ini adalah toko-toko pakaian atau distributor outlet (distro). Tapi tidak menutup kemungkinan untuk jenis produk/barang yang lain juga.

Daripada bingung apa itu konsinyasi, berikut ini sedikit penjelasan atau pengertian konsinyasi secara umum.

Konsinyasi adalah sebuah bentuk kerjasama penjualan yang dilakukan oleh pemilik barang/produk dengan penyalur (toko). Dimana pemilik produk nanti menitipkan barangnya kepada penyalur untuk dijual di tokonya.

Untuk pembagian keuntungan, biasanya penyalur (pemilik toko) akan menjual dengan nilai jual di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemilik produk. Sehingga nantinya penyalur tinggal membayarkan sejumlah netto dari barang yang terjual. Bentuk pembagian keuntungan bervariatif, sesuai dengan kesepakatan kedua pihak.

Strategi penjualan dengan sistem konsinyasi seperti ini sangat efektif bagi pemilik produk. Karena bisa terbantu dalam proses penjualan. Yang terpenting adalah tepat memilih penyalur (toko) yang akan dititipinya. Sehingga target pasar tepat dan tidak sia-sia.

Ada untung ruginya dalam penjualan konsinyasi ini baik untuk pihak pemilik produk maupun penyalur.

Keuntungan Penjualan Konsinyasi bagi Pemilik Produk :

  • Produk bisa dipasarkan leluasa di toko yang sudah memiliki pelanggan.
  • Tidak perlu mengurusi atau berjualan langsung ke konsumen (turun langsung).
  • Lebih bisa fokus mengelola kualitas produk.
  • Apabila menggunakan SPG, nanti si SPG lah yang ada pengelola penjualan di toko penyalur.

Kerugian Penjualan Konsinyasi bagi Pemilik Produk :

  • Apabila pemilihan penyalur (Toko) tidak sesuai, maka produk bisa saja tidak laku atau harus menunggu lama untuk bisa laku.
  • Kurang dipromosikan oleh pemilik toko jika pemilik produk tidak menyediakan SPG.
  • Untuk mendapatkan keuntungan harus menunggu sampai waktu yang telah ditentukan, entah itu per bulan atau sesuai kesepakatan.

Keuntungan Penjualan Kosinyasi bagi Penyalur :

  • Mendapatkan keuntungan dari laba penjualan produk kosinyasi
  • Minim resiko, karena jika tidak laku produk bisa dikembalikan ke pemilik produk
  • Hemat biaya terlebih jika pemilik produk menyediakan SPG, maka SPG dibayar oleh pemilik toko.
  • Display produk di toko terlihat banyak

Kerugian Penjualan Konsinyasi bagi Penyalur :

  • hampir tidak ada

Nah, itu sedikit penjelasan mengenai sistem kerjasama penjualan konsinyasi. Jika Anda saat ini memiliki produk yang bingung bagaimana untuk menjualnya, mungkin bisa menggunakan sistem penjualan ini.